Sisi lain

Now, April  4th 2009. Hari Ultahnya My Beloved Husband,  What am I doing? No, exactly who am I?! Im so full with matters. They are wanna explode my brain. But, how can I think normally like now? It mus`nt happen. Im in stress… uhm, maybe I already unnormal..! Just could`nt realize it.. It`s normall.. What ??? Uuuh, actually, yeah, my soul is not healthy… Begitu banyak tugas yang harus diselesaikan sudah membuatku jenuh. Mungkin bukan tugas, kewajiban?, Apa bedanya?, mungkin lebih tepatnya “Permasalahan”.

Entahlah, aku merasa tertekan, tidak menikmati keadaan yang memang waktunya masih ku jalani, kenapa begini?, jenuh!! Sampai-sampai aku memakai istilah “Permasalahan”. Memang begitu yang aku rasakan. Aku tidak merasakan keadaan dimana aku mengerjakan semua kewajibanku dengan riang, dan menikmatinya.

Permasalahan ini menambah perbendaharaan permasalahan dalam otakku! Berdesak-desakkan tak teratur, berantakan, dan aku pun demikian berantakan, berantakan dalam berpikir.Ups, tapi tidak sampai ke permasalahan penampilan. I still look good, maybe not bad. Aku mempermasalahkan tugas-tugas praktek yang memang biasa akan ditemui pelajar SMA tingkat 3 pada akhir tahun.Mempermasalahkan ulangan-u;angan yang nilainya tak pernah membaik. Mempermasalahkan kejenuhan belajar yang mengakibatkan nilai-nilai yang tak pernah memuaskan, hanya mentok standar. Atau, mempermasalahkan nilai-nilai yang tak pernah memuaskan tersebut yang mengakibatkan kejenuhan belajar. Uuh, kenapa ada permasalahan, kenapa harus dipermasalahkan!. Sekarang permasalahannya semakin bertambah, mempermasalahkan kebingungan, manakah yang menjadi penyebab kejenuhan belajar? Dan manakah yang menyebabkan nilai-nilai yang hanya mampu membuat senyum kecut, atau malah cemberut? Aah pusing! Nah, tapi.. aku tak pernah bosan ber sms! Kenapa? Ada yang tau?, pasti karena aku menyukai sms, menyukai kata-kata, menyukai berbicara dengan susunan kata-kata, dan menyukai partner smsnya?? Loh! Tuuh kaan, aku dapat jawaban dari secuil permasalahanku, yaitu, aku harus menyukai permasalahan tersebut kemudian yang penting aku punya partner yang aku sukai dalam menuntaskannnya. Tapii, timbul permasalahan lainnya, yaitu partner yang seperti apa?, maksudnya yang membantu dalam hal apa, bagaimana cara menuntaskannya bersama partner tersebut. Dan sebenarnya, menyukai yang seperti apa? Kadar sukanya?…. Dan akhirnya aku pun tertidur..

Setelah menghabiskan malam-malam dengan memikirkan apa permasalahannya, solusinya, dan permasalahan lain dari solusi tersebut yang akhirnya tidak membuahkan solusi, dan tetap berakhir permasalahan, yaitu permasalahan awal yang belum tuntas dan permasalahan tambahan. Ditambah, aku bermimpi yang aneh-aneh, yaitu aku menjadi seseorang yang mudah berkehendak, melakukan apapun, dan pasti tiada kata permasalahan. Namun, gawat! Mimpi itu malah menambah deretan, sesakkan permasalahan, karena aku menghabiskan waktu-waktu hanya untuk memikirkan mimpi konyol tersebut. Konyol? Bahkan konyolnya lagi aku sadar, aku bisa berpendapat bahwa hal ini konyol dalam keadaan konyol. Uh, pelajaran yang didapat adalah jangan percaya pemikiran yang didapat dalam keadaan konyol, tanpa alasan! Yang pasti mudahnya saja, pemikiran itu pasti konyol!! Dan mungkin ini pendapat yang juga konyol.. aah, permasalahan membuat seseorang konyol, itu yang benar.. setujuuu?.. tapii, mana ada kebenaran dalam kekonyolan, atau kekonyolan tidak selamanya tidak benar. Baiklah, ehm, berlaku konyol sah-sah saja, asal jangan kecanduan! Iiihh, apalagi niiii??? Setelah menjalani kehidupan dalam pikiran yang sepertinya tidak sehat dan menyesatkan itu. Aku mencoba menyelesaikan permasalahan dengan cara mudahnya saja. Tidak perlu memikirkan berbelit-belit. Ada tugas tinggal kerjakan, ada peer tinggal kerjakan, ada kewajiban tinggal kerjakan, tanpa memikirkan timingnya, yang penting tidak telat, apapun caranya. Demikian juga dengan , permasalahan, tinggal kerjakan!. Entah darimana harus memulai. Ah mudah sekali bicaraa… Lihatlah, bahkan aku belum sembuh benar. Aku masih mempermasalahkan semut-semut yang berkerubut di gelas kosongku. Haruskah kupaksa mereka pergi, kubantai, tapi aku tidak tega. Haruskah ku beri gula? Aku gila! Akhirnya kubiarkan saja, tidak ku usir, tidak kuberi gula. Biar mereka cari makan sendiri.

Stand by theirselves! Im a lier! Agreeee??… Who`s agree?!! Okelah, mungkin memang ada benarnya. Tuuh liat aja potret gaya norakku. Just Smile away! Gaya pembohong untuk menutupi kesalahannya dan supaya terlihat sempurna baiknya. Dibalik senyum manis dan garingku tersembunyi kesedihan, atas permasalahan yang bermacam-macam. Kenapa harus berpura-pura?. Tapi tidak mungkin juga gara-gara hal yang kusembunyikan tersebut membuat orang-orang yang belum know me well and just see my picture illfeel with mee!! Ah nooo… bukan karena mereka salah menilai bahwa aku jelek, ngebosenin, dan gampang ngambek! ( lanjutin besok aaahh!!)

Senandung Cinta Kupu-kupu
Dulu beku! sayap sayap yang kaku & lemah..

kabarku?! Dulu sepi & hanya suara hati. Tersedu sendiri,

kadang tak peduli!

Pada rintih hati yang mengadu pada salju & pohon mati!

Aku berjalan merunduk, bergesek daun daun berserak pilu! Mencari tawa & sungging senyum di taman taman bisu.. Tersandung & terjatuh, batu batu yang bertebar..

Kaki, terluka & berdarah…

Seabad bersama sunyi!

Dan sebelum mati, biasan kehangatan,

cairkan bau kehampaan.. ah Kaulah musim semiku…

Nafas – nafasmu yang dirindukan kupu – kupu..

Jambi, 02/10/2008


Tuhan…aku mencintai dia…jagalah dia, bantulah segala permasalahannya…karena aku tahu, dia melakukan semua itu hanya untukku… untuk masa depan kita yang lebih baik .. Amin…

You Are My Veterinarian … My Beloved Prince…..