Home > Uncategorized > Rancangan Motivasi Belajar Mencapai Kesuksesan dibidang Ilmu Komunikasi

Rancangan Motivasi Belajar Mencapai Kesuksesan dibidang Ilmu Komunikasi

September 8, 2009 Amilia Putri

belajarOleh: Amilia Putri
(Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP UNS Angkatan 2009)

Menjadi mahasiswi jurusan Ilmu komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Sebelas Maret (FISIP UNS) merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi penulis. Betapa tidak, menurut pusat Informasi SNMPTN, pada tahun 2008 yang lalu saja peminat jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNS tidak kurang dari seribu mahasiswa dan yang diterima tidak lebih dari 250an mahasiswa. Sungguh suatu persaingan yang sangat ketat, meskipun akhirnya penulis masuk jurusan ini melalui jalur swadana setelah gagal melalui jalur SNMPTN beberapa bulan yang lalu.

Selain itu, latar belakang penulis yang memang menyukai bidang yang berhubungan dengan ilmu komunikasi menjadi alasan utama penulis untuk mengambil jurusan ini. Bahkan kita semua tentunya sepakat jika komunikasi merupakan kunci utama dalam melakukan berbagai kegiatan sehari-hari, sehingga dapat dikatakan bahwa kehidupan tanpa komunikasi tidak akan pernah terjadi.

Jika kita telaah dari berbagai literatur, komunikasi merupakan suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.


Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut. Walaupun komunikasi sudah dipelajari sejak lama dan termasuk “barang antik”, topik ini menjadi penting khususnya pada abad 20 karena pertumbuhan komunikasi digambarkan sebagai “penemuan yang revolusioner”, hal ini dikarenakan peningkatan teknologi komunikasi yang pesat seperti radio. Televisi, telepon, satelit dan jaringan komuter seiring dengan industrialisasi bidang usaha yang besar dan politik yang mendunia. Komunikasi dalam tingkat akademi mungkin telah memiliki departemen sendiri dimana komunikasi dibagi-bagi menjadi komunikasi masa, komunikasi bagi pembawa acara, humas dan lainnya, namun subyeknya akan tetap. Pekerjaan dalam komunikasi mencerminkan keberagaman komunikasi itu sendiri. Mencari teori komunikasi yang terbaik pun tidak akan berguna karena komunikasi adalah kegiatan yang lebih dari satu aktivitas. Masing-masing teori dipandang dari proses dan sudut pandang yang berbeda dimana secara terpisah mereka mengacu dari sudut pandang mereka sendiri.
Adapun Proses komunikasi menurut Soebrontjo (2007), dapat digambarkan sebagai berikut: Komunikator (orang yang menyampaikan komunikasi) -> Pesan (bisa berupa lisan maupun tulisan -> media -> komunikan (orang yang menerima komunikasi)-> efek -> perilaku. Secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut:
• Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
• Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
• Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
• Penerima atau komunikan (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
• Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
• Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan (“Protokol”)

Berawal dari pengertian dasar komunikasi tersebut diatas, setidaknya ada 5 hal sebagai motivasi penulis untuk mencapai kesuksesan dibidang ilmu komunikasi. Hal ini berkaitan dengan ranah kerja dan ruang lingkup ilmu komunikasi.
1. Komunikasi sebagai proses sosial. Saat ini, diakui atau tidak, peluang kerja bidang sosial masih memiliki peluang yang cukup besar. Komunikasi pada makna ini ada dalam konteks ilmu sosial. Dimana para ahli ilmu sosial melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan komunikasi yang secara umum menfokuskan pada kegiatan manusia dan kaitan pesan dengan perilaku. Sebagai contoh, Harold D. Lasswell meneliti masalah identifikasi simbol dan image yang bertolak belakang dengan realitas/efek pada opini publik. Berkaitan dengan efek-efek teknik propaganda pada perang dunia 1 (1927). Beliau seorang ahli politik, meneliti dengan cara meyebarkan leaflet mengenai perang.
2. Komunikasi sebagai Peristiwa. Oleh karenanya tidak mengherankan jika lulusan ilmu komunikasi dapat memahami atau harus mengetahui rangkaian suatu sejarah. Bahkan sejarah berawal ketika manusia sudah mengenal tulisan, yang berarti komunikasi verbal sudah mulai dipahami. Dalam hal ini komunikasi mempunyai pengertian bahwa komunikasi merupakan gejala yang dipahami dari sudut bagaimana bentuk dan sifat terjadinya. Peristiwa komunikasi dapat diklasifikasikan berdasarkan kriteria tertentu. Ada yang membedakan komunikasi massa dengan komunikasi tatap muka, komunikasi verbal dan non verbal, komunikasi yang menggunakan media dan tanpa media.
3. Komunikasi dipahami sebagai aspek Ilmu. Untuk itu lulusan ilmu komunikasi dapat mengabdikan dirinya dibidang pendidikan menjadi dosen, guru atau staf pengajar dilembaga pendidikan lainnya. Struktur ilmu pengetahuan meliputi aspek aksiologi, epistomologi dan ontologi. Aksiologi mempertanyakan dimensi utilitas (faedah, peranan dan kegunaan). Epistomologi menjelaskan norma-norma yang dipergunakan ilmu pengetahuan untuk membenarkan dirinya sendiri. Sedangkan ontologi mengenai struktur material dari ilmu pengetahuan.
4. Komunikasi sebagai kiat atau keterampilan. Oleh sebab itu sarjana lulusan ilmu komunikasi dapat bekerja dibidang pembangunan melatih skill sumber daya manusia (SDM) dan bekerja sebagai professional di bidang komunikasi itu sendiri. Komunikasi dipandang sebagai skill yang oleh individu dipergunakan untuk melakukan profesi komunikasi. Perkembangan dunia komunikasi di Indonesia pada masa yang akan datang menunjukkan prospek yang semakin cerah. Dengan demikian, masalah-masalah yang berhubungan dengan profesi komunikasi tetap menjadi agenda penting. Antara komunikasi dan bidang profesional terdapat kaitan yang signifikan. Dalam menunjang suatu profesi atau karir yang menuntut kemampuan pemahaman pada sifat dasar komunikasi, berkomunikasi secara kompeten dan efektif diperlukan dalam bidang kemampuan berkomunikasi (speech communication), komunikasi massa, komunikasi organisasi, komunikasi politik, public relations, periklanan, penyiaran (broadcasting) dan pemasaran.
5. Pengetahuan dan kemampuan komunikasi adalah dasar untuk kualitas kepemimpinan. Tidak jarang para lulusan ilmu komunikasi yang mulai mengembangkan penerapan komunikasi diberbagai bidang, seperti komunikasi politik. Oleh karenanya Komunikasi juga memainkan peran penting dalam perencanaan, pengambilan keputusan, pemikiran strategis, memperoleh pengetahuan teknis dan menilai hasil.

Meskipun motivasi penulis untuk mencapai kesuksesan dibidang ilmu komunikasi dalam hal ini berkaitan dengan ranah kerja dan ruang lingkup ilmu komunikasi sebagaimana tersebut diatas, semua itu tentunya tidak akan mudah untuk tercapai tanpa niat yang ikhlas, usaha yang keras dan doa yang sungguh-sungguh. Semua ini harus saling bersinergi dan melengkapi antara satu dengan yang lain. Adapun gambara umumnya dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Niat yang ikhlas
Niat yang ikhlas merupakan kunci akan dimulainya suatu hal atau pekerjaan. Tanpa ada niat yang baik, maka mustahil seseorang dapat menggapai sesuatu yang baik pula. Pambudi (2006) menyampaikan bahwa niat seseorang menentukan kemana arah dan tujuan seseorang tersebut dalam menggapai kesuksesan. Niat penulis menjadi seorang sarjana ilmu komunikasi atau sarjana ilmu sosial politik akan terus terpatri dan tetap menggelora mengingat didaerah asal penulis saat ini masih sangat jarang ada seorang sarjana ilmu komunikasi. Semoga saja sebagai putra daerah, penulis mampu membangun daerah sendiri sesuai dengan kompetensi sebagai sarjana ilmu komunikasi untuk mensukseskan era otonomi daerah.

2. Usaha yang keras
Usaha yang dimaksud disini adalah belajar dengan sungguh-sungguh. Belajar dimaknai secara luas. Adapun strategi belajar yang baik harus dirancang sedemikian rupa guna membuat belajar menjadi efektif. Strategi belajar ini bertujuan untuk mengontrol dan mengevaluasi sejauh mana perkembangan nilai akademik maupun non akademis penulis dan untuk merealisasikan target kelulusan menjadi sarjana Ilmu komunikasi selama empat tahun.
Menurut Sartono (2003), pencapaian hasil usaha yang maksimal dari individu tergantung dari cara belajar atau strategi belajar individu tersebut. Pemaksaan atau pemberian tekanan tidak akan menciptakan hasil yang maksimal, bahkan akan menimbulkan stres. Ada beberapa strategi yang efektif:
 Menumbuhkan motivasi belajar dalam diri.
 Ciptakan suasana yang aman dan nyaman baik di kampus maupun di luar kampus (kosan/rumah)
 Dukungan sinergi dari pendidik dan orang tua
 Belajar rutin atau kontinyu. Waktu belajar tidak terlalu lama. Tetapi belajar yang rutin atau kontinyu setiap hari. Belajar setiap hari dengan waktu 30 menit atau setengah jam lebih efektif dibandingkan belajar jika akan ulangan dalam waktu 2 jam
 Problem Solving. Pemecahan masalah yang dihadapi. kita harus dapat memecahkan masalah tanpa menimbulkan permasalahan yang lain. Sikap kedewasaan sangat dibutuhkan.
 Strategi belajar yang efektif, lingkungan belajar yang kondusif dan dukungan sinergi dari pendidik dan orang tua merupakan modal yang utama akan pencapaian hasil yang optimal. Pencapaian hasil yang maksimal bukan dilihat dari nilai bagus saja tetapi dilihat bagaimana kita memahami pelajaran, memecahkan masalah sendiri dan kemampuan keterampilan dibidang lain
3. Doa yang sungguh-sungguh
Sebagai insan yang beriman dan berketuhanan Yang Maha Esa (seorang muslimah), tentu saja semua kita kembalikan kepada-Nya. Doa yang sungguh-sungguh menurut Hamka (1998) dapat dimaknai sebagai suatu upaya mengharapkan keridhoan dari Allah SWT dengan cara yang khusyuk dan penuh berharap. Doa sungguh-sungguh ini harus dibarengi dengan kerja keras dan usaha yang optimal.
Demikian sekilas rancangan motivasi belajar yang akan penulis jadikan sebagai blue print dalam rangka mencapai Kesuksesan dibidang Ilmu Komunikasi pada saat kuliah di jurusan komunikasi, FISIP UNS yang akan dilalui penulis beberapa hari lagi. Tulisan ini didedikasikan sebagai bentuk kesiapan penulis memasuki dunia baru, yakni dunia dimana penulis menjadi mahasiswa di perguruan tinggi yang mungkin sangat berbeda dengan masa penulis ketika masih menjadi pelajar (SD, SLTP atau SMA). Semoga cita-cita luhur penulis yang bermuara pada kebahagiaan diri sendiri, keluarga, lingkungan, agama dan nusa bangsa dapat tercapai dengan tanpa hambatan, kendala dan rintangan yang berarti. Amin !

  1. Your Butterfly
    September 9, 2009 at 9:42 am | #1

    Thank`s Honey… U teach me to be always brave! To do what a must and what the true to me. U help me even when I don`t ask U. U want I can be a responsible person and stand by myself, but U want I must still keep U beside me, to ask U when I need… This is a Good thing that U did by my name… I proud of U, I love U! I`ll be what U want, like what U wrote about Me….

  2. September 9, 2009 at 10:58 am | #2

    EHM, Domo arigato Gozaimasu for my beloved husband that have given everything I need such as the feels of comfort, satisfy, safety, happy and spirit! You have wrote this by my name.. :) … Im promise I`ll always be there for you… Amiiiinn…
    I LOVE YOU SO MUCH!

  3. September 12, 2009 at 12:09 am | #3

    Ass wr. wb,
    Saya bangga dengan blig ini. dan lebih bangga lagi karena dibuat olej putri kuamang
    kuning. Hm..omong2 katanya ini putrinya Pak Darlim/Bu Siti Aminah khan ?
    putri yang cerdas !
    Blog yang paling dikunjungi untuk Blog asal Bungo. Congratulation and salam kenal juga dengan blog saya. see you !

    • September 21, 2009 at 9:07 pm | #4

      : )alhamdulillah… Namun kita semua tetap ingin menjadi lebih baik… amiiin!

  4. September 27, 2009 at 4:15 pm | #5

    belajar dan belajar sampai kita tak sanggup lg belajar ya..

Comments are closed.